Scispace (Formerly Typeset)
  1. Home
  2. Journals
  3. Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
  4. 2023
  1. Home
  2. Journals
  3. Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
  4. 2023
Showing papers in "Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat in 2023"
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.36711•
Kesiapan pelayanan telehealth selama pandemi covid-19: literatur review

[...]

Adinda Cipta Dewi, Rivaldo Oryon Papilaya, Farid Agushybana1•
Diponegoro University1
25 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Kesiapan layanan telehealth selama pandemi Covid-19 perlu diubah kembali efektifitasnya untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih luas dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Abstract: Pandemi Covid-19 memaksa manusia untuk beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Telehealth menjadi alternatif pelayanan kesehatan selama masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat meminimalisir kunjungan tatap muka namun tetap mendapatkan pelayanan kesehatan. Persiapan telehealth untuk melakukan pelayanan kesehatan di masa pandemi sangat penting untuk ditinjau kembali efektifitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyimpulkan terkait kesiapan layanan telehealth selama pandemi Covid-19. Desain penelitian ini menggunakan literature review dan berdasar pada instrumen penilaian Prisma Checklist. Hasil pencari pada database ScienceDirect dan PubMed, didapat sebanyak 605 artikel yang sesuai dengan kata kunci yang ditelusuri. Setelah dilakukan screening sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 11 artikel yang memenuhi kriteria dan 5 artikel yang dipilih untuk disertakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menganalisis beberapa aspek kesiapan layanan telehealth selama pandemi Covid-19, diantaranya kesiapan layanan telehealth di rumah sakit, kesiapan layanan telehealth dengan penilaian potensi kegagalan, kesiapan perawat dalam penggunaan layanan telehealth, kesiapan penilaian telehealth sebagai strategi pelayanan digital, dan kesiapan telehealth sebagai pelayanan mental pada anak muda.

3 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.24336•
Niat penghentian akses pornografi pada remaja sebagai upaya pencegahan perilaku seksual pranikah

[...]

Aditya Dimas Purwanto, Farida Wahyu Ningtyias1, Mury Ririanty1•
University of Jember1
31 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Niat penghentian akses pornografi pada remaja di Kabupaten Jember rendah dan didominasi remaja laki-laki yang masih banyak sekali yang belum sempurna dalam pengetahuan dan perilaku seksual pranikah.
Abstract: Pornografi menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama pada remaja yang berdampak terhadap kerusakan otak, konsep diri, kesehatan mental dan perilaku seksual pranikah. Niat menjadi indikator kemauan remaja untuk berhenti mengakses pornografi. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan niat penghentian akses pornografi disertai faktor latar belakang individu, sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan pada remaja di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan utama pada penelitian ini sebanyak 5 orang yang dipilih dengan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan informan utama didominasi remaja laki-laki, rata-rata berusia 19-23 tahun, bergama Islam, sedang menempuh pendidikan SMA dan kuliah. Pengetahuan informan tentang pornografi dan perilaku seksual pranikah tergolong rendah. Informan mengenal pornografi sejak SD dan SMP. Seluruh informan menggunakan handphone untuk mengakses pornografi dengan jenis video. Informan pernah berfantasi adegan seksual, pegangan tangan, masturbasi, ciuman kering dan basah kepada pacar. Sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan berpengaruh terhadap niat informan untuk berhenti mengakses pornografi. Semua informan telah mempunyai niat untuk berhenti mengakses pornografi tetapi sebagian besar tingkatannya masih tergolong rendah.

3 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.35448•
Determinan utilisasi layanan antenatal care 6 kali di kota samarinda

[...]

Nadinda Maretta Diah Paramita, Ayun Sriatmi1, Nurhasmadiar Nandini1•
Diponegoro University1
25 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Determinan utilisasi layanan ANC 6 kali di Kota Samarinda menunjukkan bahwa pengetahuan, aksesibilitas, waktu pelayanan, dan persepsi ibu tentang kondisi kehamilan memiliki hubungan yang kuat dengan utilisasi layanan ANC 6 kali.
Abstract: Rendahnya pemanfaatan pelayanan ANC 6 kali akan berdampak pada tidak terpantaunya kondisi kehamilan yang dapat menyebabkan tanda bahaya kehamilan tidak terdeteksi dan dapat berujung pada kematian ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis determinan utilisasi layanan ANC 6 kali oleh ibu hamil di Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Kota Samarinda tahun 2021 berjumlah 14.803 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan, aksesibilitas, fasilitas pelayanan, waktu pelayanan, sikap petugas kesehatan, dan persepsi ibu tentang kondisi kehamilan. Sedangkan variabel terikat adalah utilisasi layanan ANC 6 kali. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil menunjukkan bahwa responden berpengetahuan tinggi sebesar 69,6%, memiliki aksesibilitas yang mudah ke fasilitas kesehatan sebesar 61,5%, menilai fasilitas pelayanan sudah baik sebesar 77,0%, menilai waktu pelayanan sesuai standar sebesar 68,3%, menilai sikap petugas kesehatan baik sebesar 91,9%, persepsi ibu tentang kondisi kehamilan yang mengalami kehamilan normal sebesar 83,9%, dan melakukan utilisasi layanan ANC 6 kali sesuai standar sebesar 54,7%. Ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,000), aksesibilitas (p = 0,000), waktu pelayanan (p = 0,046), dan persepsi ibu tentang kondisi kehamilan (p = 0,039) dengan utilisasi layanan ANC. Tidak ada hubungan antara fasilitas pelayanan (p = 0,225) serta sikap petugas kesehatan (p = 0,521) dengan utilisasi layanan . Perlunya peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait kehamilan, melengkapi fasilitas pelayanan yang ada, dan peningkatan pelayanan oleh petugas sesuai standar.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.38012•
Efektivitas program latihan core stability terhadap daya tahan core muscle pada personel damkar

[...]

Anugrahani Tiara Rizki, Mohammad Ali1, Andi Alief Kurniawan, Nanang Indardi2, Dewi Marfu’ah Kurniawati3 •
Indonesia University of Education1, State University of Semarang2, Diponegoro University3
30 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Program latihan core stability (PLCS) mampu meningkatkan daya tahan core muscle pada personel damkar.
Abstract: \Personel pemadam kebakaran (Damkar) dituntut memiliki level kebugaran jasmani di atas rata-rata, untuk menunjang performa di lapangan serta meminimalisir terjadinya cedera. Salah satu komponen kebugaran jasmani yang penting untuk personel pemadam kebakaran adalah daya tahan core muscle. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada efektivitas program latihan core stability (PLCS) terhadap peningkatan daya tahan core muscle pada personel damkar. Metode penelitian Quasi Experimental: One Group Pre-test Post-test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive. Program latihan core stability (PLCS) terdiri dari full plank, side plank alternate, dan single leg bridge diberikan sebanyak 30 sesi latihan, dilakukan 5 kali per minggu, dengan intensitas 65% s.d. 85% dari Denyut Nadi Maksimal, prinsip latihan progressive overload, instrumen penelitian plank test. Penelitian menghasilkan peningkatan daya tahan core muscle menunjukkan kenaikan rata-rata nilai tes Δ149,5 detik, nilai t hitung -4,699, dan signifikansi 2-tailed 0,002 < 0,05. Simpulan penelitian ini program latihan core stability (PLCS) mampu meningkatkan daya tahan core muscle pada personel damkar.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.37292•
Pengaruh tingkat spiritualitas terhadap kualitas hidup pasien hiv/aids

[...]

Desi Yulia Fitri, Eli Indawati, Suliati Suliati, Adria Rusli, Farida Murtiani 
29 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Pengaruh tingkat spiritualitas terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS menunjukkan pengaruh yang kuat dan positif dengan korelasi 0,82.
Abstract: Perkembangan epidemi infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) menjadi masalah di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penderita HIV/AIDS dalam kehidupan sehari-hari dituntut untuk mampu menghadapi masalah yang kompleks, baik fisik, psikis, maupun spiritual. Kompleksitas masalah yang dihadapi berdampak pada kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh tingkat spiritualitas terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS. Metode kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien baru HIV yang pengobatan ARV sebanyak 44 pasien. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor spiritualitas adalah 111,5 dan sebagian besar dengan tingkat spiritualitas kategori baik. Rata-rata skor kualitas hidup adalah 108,23 dan sebagian besar dengan tingkat kategori baik. Hasil uji statistic P value = 0,000 berarti ada pengaruh tingkat spiritualitas terhadap kualitas hidup pasien HIV/AIDS dengan korelasi kuat kearah postif.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.30255•
Pengaruh lingkungan fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian tuberkulosis paru bta positif: sebuah studi kasus kontrol

[...]

Fadhil Hasan, Nurmaladewi Nurmaladewi1, La Ode Ahmad Saktiansyah•
Haluoleo University1
31 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Pengaruh lingkungan fisik rumah dan perilaku terhadap kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2021 menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara ventilasi, kebiasaan merokok dan kebiasaan membuka jendela terhadap kejadian TB Paru BTA Positif.
Abstract: Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dikarenakan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis masih menjadi problematika kesehatan dimana 3 tahun belakangan diketahui yaitu tahun 2018 sebanyak 74 kasus, tahun 2019 sebanyak 60 kasus dan tahun 2020 sebanyak 77 kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh antara lingkungan fisik rumah (pengaruh jenis lantai, jenis dinding, luas dari ventilasi, kepadatan penghuni) dan perilaku (kebiasaan tidak sehat seperti merokok, tidak membuka jendela serta tidak menjemur peralatan tidur) terhadap kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol dengan populasi adalah pasien yang menderita penyakit TB Paru BTA Positif pada bulan Januari-Agustus tahun 2021. Total sampel adalah 62 yang terdiri dari 31 kasus dan 31 kontrol dengan teknik kasus ditambah kontrol. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, pengukuran, dan kuesioner. Data dianalisis dengan analisis bivariat (dengan menggunakan uji chi-square) dan multivariat (dengan menggunakan regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat pengaruh signifikan antara ventilasi (p=0,022, OR=3,870, 95%CI=1,341-11,172), kebiasaan merokok (p=0,042, OR=3,325, 95%CI=1,171-9,442) dan kebiasaan membuka jendela (p=0,028, OR=4,282, 95%CI=1,303-14,078) terhadap kejadian TB Paru BTA Positif. Tidak ada pengaruh antara jenis lantai (p=0,671 OR=2,148, 95%CI=0,364-12,693), jenis dinding (p=0,533, OR=1,809, 95%CI=0,518-6,315), kepadatan hunian (p=0,506, OR=1,969, 95%CI=0,512-7,563) dan kebiasaan menjemur peralatan tidur (p=0,786, OR=1,344, 95%CI= 0,462-3,916) terhadap kejadian TB Paru BTA Positif. Disarankan kepada instansi kesehatan UPTD Puskesmas Puuwatu untuk rutin melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai rumah sehat dan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i4.38172•
Evaluasi perilaku kesehatan dan keselamatan kerja pada pekerja ekowisata

[...]

Khoiriyah Isni, Prisna Harry Yougiftira, Tri Mustanginah, Much Agung Sarifudin A Rifai, Helfi Agustin1 •
Universitas Ahmad Dahlan1
31 Dec 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Evaluasi K3 dan Keselamatan Kerja pada Pekerja Ekowisata di Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa perilaku K3 di antara pekerja tidak dipengaruhi oleh usia, masa kerja, pengetahuan, dan sikap serta upaya pelatihan.
Abstract: Adanya tempat wisata tidak terlepas dari para pekerja didalamnya. Suatu pekerjaan pasti memiliki risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat berupa fatigue, terjepit, terpeleset, tergores, kepanasan, terlindas, terjepit, terpapar debu, tertabrak wisatawan/pengemudi kendaraan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, masa kerja, sikap dan pengaruh pengetahuan terhadap perilaku K3 di Ekowisata, serta pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan pekerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode action research, didahului dengan rancangan cross-sectional dan dilanjutkan dengan pelatihan untuk peningkatan pengetahuan. Sampel adalah seluruh pekerja ekowisata yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling berjumlah 50 pekerja. Pengumpulan data mengenai perilaku K3 pekerja, usia, masa kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap pekerja diperoleh melalui pengisian kuesioner sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa masih terdapat pekerja dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku K3 yang kurang baik. Usia, masa kerja, tingkat pengetahuan, dan sikap pekerja menunjukkan tidak ada hubungan bermakna dengan perilaku K3 diantara para pekerja (nilai p>0,05). Tidak ada pengaruh pemberian pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan pekerja (nilai p=0,840). Perilaku kesehatan dan keselamatan kerja diantara pekerja di Ekowisata Kabupaten Sleman tidak dipengaruhi oleh faktor usia, masa kerja, pengetahuan, dan sikap serta upaya pelatihan.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.30566•
Pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kadar zat besi, kalsium, dan daya terima pada dawet

[...]

Ike Kumalasari, Farida Wahyu Ningtyias1, Sulistiyani Sulistiyani Sulistiyani2•
University of Jember1, State University of Semarang2
25 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Penambahan tepung daun kelor ke dawet meningkatkan kandungan besi dan kalsium dan mempengaruhi daya terima terhadap rasa.
Abstract: Ibu hamil memiliki kebutuhan gizi yang lebih besar karena kehamilan merupakan masa tumbuh kembang janin. Pemenuhan zat gizi makro dan mikro penting bagi ibu hamil, salah satu pemenuhan zat gizi mikro pada ibu hamil adalah memodifikasi dawet dengan ditambahkan tepung daun kelor untuk memenuhi asupan zat besi serta kalsium ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kandungan kalsium, zat besi, dan daya terima pada dawet dalam pencegahan anemia defisiensi besi gizi besi pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian eksperimen dengan Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (X0), penambahan tepung daun kelor sebesar 10% (X1), 15% (X2), dan 20% (X3). Kadar besi dianalisis dengan spektrofotometri serapan atom kalsium (AAS) menggunakan metode permanganometri dan uji penerimaan menggunakan skala hedonik. Data besi dan kalsium diperoleh dari hasil pengujian dianalisis dengan uji One-Way Anova dan daya terima diuji dengan menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon Sign-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dawet dengan penambahan tepung daun kelor meningkatkan konsentrasi besi dan kalsium dan mempengaruhi daya terima terhadap rasa(p<0,05). Penambahan 20gram (X3) bubuk daun kelor memiliki kandungan zat besi dan kalsium yang tertinggi. Dawet pada kelompok perlakuan X2 merupakan produk yang direkomendasikan karena merupaka produk yang paling disukai oleh panelis dan telah memenuhi persyaratan PMT dan Kecukupan Gizi (AKG). Secangkir Dawet 15 gram dengan penambahan 15% (X2) serbuk daun kelor mengandung 5,4 mg zat besi dan 332,88 mg kalsium. 3-5 cangkir sehari sudah mencukupi kebutuhan zat besi dan kalsium harian ibu hamil usia 19-49 tahun. Saran agar Dawet Moringa dapat dijadikan alternatif minuman lokal sehat untuk ibu hamil.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.37956•
Penerapan program behavior-based safety pada pekerja di pt. x kota batam tahun 2022

[...]

Adinda Febriana Putri, Ida Wahyuni1, Baju Widjasena1•
Diponegoro University1
29 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Program Behavior-Based Safety (BBS) di PT. X Kota Batam sudah berjalan dengan baik dan sudah diperkuat dengan komitmen dan dukungan penuh oleh manajemen.
Abstract: PT. X Kota Batam adalah salah satu perusahaan kontraktor minyak terbesar yang ada di Indonesia yang membuat rancangan dari beraneka ragam jenis fasilitas produksi dan pengeboran minyak serta gas bumi lepas pantai. PT. X Kota Batam memiliki salah satu program keselamatan kerja yang berbasis perilaku, yaitu program Behavior-Based Safety (BBS) yang bertujuan untuk mengobservasi perilaku pekerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh gambaran penerapan program program Behavior-Based Safety di PT. X Kota Batam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode observasi secara langsung serta wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan, 1 informan kunci, 10 informan utama dan 1 informan triangulasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa pekerja yang ada di PT. X Kota Batam paham mengenai unsafe act. Penerapan program Behavior-Based Safety (BBS) sudah berjalan dengan baik, diperkuat dengan komitmen dan dukungan penuh oleh manajemen. Hambatan yang terdapat dalam penerapan program BBS diatasi dengan evaluasi yang telah dilakukan oleh BBS koordinator, departemen HSE oleh coorporate pusat. Terdapat pemberian reward bagi BBS observer yang mencapai target dan berkualitas. PT. X Kota Batam tidak memiliki sistem punishment karena memegang prinsip tidak saling menyalahkan. Saran yang diberikan peneliti adalah perekrutan BBS observer dari level pekerja (craft) diperbanyak terutama yang aktif dalam pengisian HIT card dan Communication Card, memperbanyak melakukan sosialisasi mengenai program BBS dan mengadakan pertemuan dengan seluruh BBS observer untuk dilakukan coaching bersama guna menyamakan persepsi.

1 citations

Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.34414•
Gambaran higiene sanitasi, escherichia coli, dan methanyl yellow pada jamu gendong di kecamatan panji kabupaten situbondo

[...]

Ellyke Ellyke1, Ulfa Rozi Riski, Kurnia Ardiansyah Akbar•
University of Jember1
25 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Gambaran higiene, sanitasi, Escherichia coli, dan penggunaan Methanyl yellow pada jamu kendong di Kecamatan Panji Situbondo menunjukkan bahwa sebagian besar penjamah jamu memiliki nilai higiene dan sanitasi yang baik, namun masih diperlukan pelatihan untuk meminimalisir masuknya Escherichia coli.
Abstract: Cara pembuatan jamu gendong pada umumnya kurang memperhatikan higiene dan sanitasi yang dapat meningkatkan penularan penyakit bawaan makanan (foodborne disease). Diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli merupakan salah satu gangguan yang disebabkan oleh foodborne diseases. Mmewarnai berbagai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene sanitasi, Escherichia coli, dan penggunaan Methanyl yellow pada jamu gendong di Kecamatan Panji Situbondo. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan selama bulan Agustus 2021 di Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar penjamah jamu di Kecamatan Panji Situbondo (87,5%) memiliki skor higiene dan sanitasi yang baik. Escherichia coli ditemukan pada 1 sampel saja dengan jumlah 4,2 koloni/ml. Jumlah tersebut masih memenuhi batas syarat aman yaitu tidak melebihi 10 koloni/ml. Seluruh sampel (100%) negatif Methanyl yellow. Masuknya Escherichia coli ke dalam jamu gendong dalam penelitian ini disebabkan oleh debu pada air bilasan, tidak mencuci tangan, dan tidak memakai masker. Kesimpulan: Sebagian besar penjamah jamu memiliki nilai higiene dan sanitasi yang baikHarus ada pelatihan untuk meminimalisir masuknya Escherichia coli.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i4.43506•
Relationship of comorbid disease with the incidence of stroke in the elderly group

[...]

Nofi Susanti, Putri Athika Maulana
31 Dec 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: The results show that hypertension, diabetes, and heart disease have a meaningful relationship with stroke incidence, however there is no significant correlation between the incidence of stroke and obesity in the elderly group in the Northern Sulawesi Province.
Abstract: Stroke has become a degenerative disease that accounts for 74% of deaths worldwide. According to Riskesdas data for 2018, the prevalence of stroke in Indonesia increases significantly as patients age. Comorbid diseases such as hypertension, diabetes mellitus, heart disease, and other diseases increase the risk of stroke. The location of this research is in the North Sulawesi Province, conducted from April to July 2023. The research uses national-scale surveys with a quantitative approach and cross-sectional studies. The population in this study is 7.850 respondents, and after cleaning the data, we used samples of 5.540 respondents. This research aims to analyze the relationship between comorbid conditions and the occurrence of stroke in the elderly population at North Sulawesi Province. The results show that hypertension, diabetes, and heart disease have a meaningful relationship with stroke incidence,however there is no significant correlation between the incidence of stroke and obesity in the elderly group in the Northern Sulawesi Province. Therefore, it is recommend the elderly to adopt a healthy lifestyle and undergo routine medical examinations to avoid the risk of stroke.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.36715•
Trends of cosmetics and korean food and its halal status in indonesian teenager perspective: a literature review

[...]

Khairunisa Ramadhani1, Rachmawati Widyaningrum1, Hesti Khofifa, Sita Fauzia Rahma, Yuni Wahyuningsih Setiawan •
Universitas Ahmad Dahlan1
30 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: The halal status of Korean food and cosmetics products has a significant impact on Indonesian teenagers' buying interest.
Abstract: Indonesia is a country in Southeast Asia which dominated by Muslim population. This condition brings halal products to have a very large market share potential, especially food and cosmetic products. A large number of Muslim consumers in Indonesia raises new challenges with the high public interest in Korean food and cosmetics products, which some types of products do not have a halal label. Because Korea is not a Muslim country, most of the imported products are not halal. That condition could be marked as the importance of awareness towards imported products that have non-halal status risk. Furthermore, due to the research limitation of Indonesian teenagers’ perspective about halal status, we need to provide more certain information about halal status. The method for this study uses a literature review by searching for a literature database obtained from the Google Scholar search engine with inclusion criteria such as articles in English or Indonesian, published between 2011-2021, accessible in full text, and articles discussing the halal status of Korean products and adolescent perspective. Indonesia, especially Muslim teenagers towards Korean cosmetic and food products. The results show that Indonesian teenagers’ huge interest in Korean products, the product’s halal status is one of the factors that affect teenagers' intention to buy Korean food and cosmetics and it works as a key factor/their priority in purchasing products. Teenagers are concerned about the halal status of Korean food and this aspect becomes a priority when buying Korean food. The conclusion of this study is that the halal status of Korean food and cosmetic products has an effect on consumer buying interest.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.30683•
Persepsi body image dan status gizi pada remaja

[...]

Fadilla Ripta, Masryna Siagian, Herbert Wau, Putra Jaya H Manalu
25 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Persepsi body image remaja usia 14-18 tahun dengan status gizi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun memiliki hubungan yang signifikan.
Abstract: Status gizi remaja dapat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah body image. Body image dapat terjadi karena persepsi yang cenderung menilai ukuran tubuhnya lebih besar dari ukuran sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Amaliyah Medan pada tahun 2021 dengan desain penelitian yang digunakan cross-sectional study. Populasinya adalah seluruh siswa/i SMA yang berjumlah 425 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Kriteria sampel yaitu siswa/i yang berusia 14-18 tahun per bulan Agustus dan per bulan September, siswa/i dari tingkat kelas I, II dan III dan siswa/i yang tidak absen saat penelitian. Persepsi body image diukur menggunakan kuesioner BSQ sedangkan status gizi diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise yang kemudian dihitung menggunakan rumus IMT. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menyajikan karakteristik variabel body image dan status gizi, bivariat untuk melihat hubungan antara body image dan status gizi menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75,6% remaja memiliki persepsi body image positif dan sebagian besar status gizi remaja dalam kategori normal sebanyak 38,9%. Hasil uji diperoleh nilai P-value = 0,011 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun. Disimpulkan bahwa body image dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja. Disarankan bagi remaja agar lebih memperhatikan pola makannya, merubah persepsi buruk tentang tubuhnya dan melakukan pemantauan status gizinya.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.31073•
Faktor individu dan sikap kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pramuniaga

[...]

Army Budi Rahmadana Isnaini, Reny Indrayani, Ana Islamiyah Syamila
31 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Hubungan keluhan nyeri Benzema dengan faktor individu dan sikap kerja pada pramuniaga department store Golden Market Jember menunjukkan bahwa masa kerja, kebiasaan olahraga, dan sikap kerja memiliki hubungan positif dengan keluhan nyeri Benzema, sedangkan usia dan indeks massa tubuh tidak memiliki hubungan dengan keluhan nyeri Benzema.
Abstract: Nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri pada tulang punggung bawah (tulang punggung lumbar L1–L5) dan merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang sering dirasakan oleh pekerja. Pramuniaga merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko memunculkan timbulnya nyeri punggung bawah. Pramuniaga berisiko untuk terpapar faktor risiko penyebab nyeri punggung bawah seperti faktor individu dan faktor pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara keluhan nyeri punggung bawah dengan faktor individu dan sikap kerja pada pramuniaga department store Golden Market Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan studi cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistik rank spearman dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja (p=0,003<0,05; arah positif), kebiasaan olahraga (p=0,035<0,05; arah positif), dan sikap kerja (p=0,041<0,05; arah positif) dengan keluhan nyeri punggung bawah sedangkan usia (p=0,067>0,05; arah positif) dan indeks massa tubuh (p=0,684>0,05; arah positif) tidak memiliki hubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah. Perlu adanya perbaikan stasiun kerja yang ergonomis agar sikap kerja pramuniaga lebih baik. Pramuniaga perlu menerapkan posisi kerja yang ergonomis dan melakukan relaksasi disela bekerja.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.38926•
ANALISIS KANDUNGAN KADMIUM (Cd) DAN TIMBAL (Pb) PADA IKAN BELANAK DI WILAYAH INDUSTRI PESISIR KECAMATAN MANYAR DAN GRESIK

[...]

Nur Firdausa Romdhonia, Rahayu Sri Pujiati1, Prehatin Trirahayu Ningrum1•
University of Jember1
30 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Keberadaan industri di Kabupaten Gresik menjadi sumber pencemaran lingkungan termasuk pencemaran perairan di Wilayah Industri Pesisir Kecamatan Manyar dan Gresik. Kadar kadmium dan timbal pada ikan belanak di wilayah tersebut berada di bawah batas yang aman untuk konsumsi manusia.
Abstract: Keberadaan industri di Kabupaten Gresik menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan termasuk terjadinya pencemaran perairan di Wilayah Industri Pesisir Kecamatan Manyar dan Gresik, tidak ada pembuangan khusus limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) menyebabkan banyaknya pengaduan terkait pembuangan limbah B3 secara liar. Jenis limbah B3 dari proses produksi dua diantaranya adalah kadmium dan timbal. Sifat logam berat yang dapat terakumulasi dalam tubuh makhluk hidup (salah satunya manusia) akan mempengaruhi kualitas hidup dan dapat menimbulkan masalah kesehatan pada rentang waktu tertentu. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis kadar kadmium dan timbal pada ikan belanak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan metode survei yang dilakukan di pantai utara. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan Teknik incidental sampling pada September 2021 yang dibantu oleh nelayan setempat dengan menggunakan jaring. Kriteria sampel, ikan belanak yang tertarik pada titik sampel yang telah ditentukan, sampel ikan yang didapatkan kemudian dianalisis dengan metode Atomic Absorption Spectrometer (AAS) di salah satu laboratorium di Surabaya. Data kadar kadmium dan timbal pada ikan belanak akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data univariat. Hasil uji kadar kadmium dan timbal dibandingkan dengan nilai baku mutu yang telah ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia 7378:2009 terkait Batas Maksimum Cemaran Logam Berat dalam Pangan. Kadar kadmium di bawah 0,1 mg/kg atau berkisar antara (-1,1663 sampai -0,0751 mg/kg) sedangkan nilai timbal berada di bawah 0,3 mg/kg atau berkisar antara (-1,2414 sampai -0,5665 mg/kg). Sehingga ikan belanak layak untuk dikonsumsi masyarakat namun tidak berlebihan. Batas maksimum yang dapat ditolelir oleh manusia dalam mengonsumsi ikan belanak dalam satu minggu untuk orang dewasa 12,5 g (setengah ekor ikan belanak ukuran sedang) dan untuk anak-anak 3.75 g (seperempat ekor ikan belanak ukuran sedang). Konsumsi kadmium pada lingkungan yang tercemar jika perhari mencapai 140-260 gram/hari dapat menyebabkan proteinuria. FAO menetapkan asupan kadmium bulanan sementara yang dapat ditoleransi pada tahun 2010 adalah sebesar 25 g/kg berat badan.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.34437•
Sari bengkuang jambu biji sebagai alternatif pangan fungsional untuk kontrol kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe ii

[...]

Eva Yuniritha, Bening Hayati, Kasmiyetti Kasmiyetti, Farida Wahyu Ningtyias1•
University of Jember1
25 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Sari bengkuang jambu biji dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II lebih baik dibandingkan dengan sari bengkuang saja.
Abstract: Diabetes melitus meningkatkan jumlah angka kematian di Indonesia. Pencegahan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan terapi komplementer dari pangan lokal yang mempunyai manfaat fungsional, dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian sari bengkuang jambu biji sebagai alternatif pangan fungsional untuk mengontrol kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II. Penelitian quasi experiment dengan desain pretest posttest with control group, jumlah 34 orang yang diambil secara purposive sampling, lalu dibagi 2 kelompok yaitu 17 orang diberikan sari bengkuang jambu biji 200 mL/ hari dan 17 orang diberikan sari bengkuang 200 ml/hari selama 7 hari. Data di analisis dengan uji Paired Sample T-test dan uji Independent Sample T-test. Rata-rata perubahan kadar glukosa darah pada kelompok yang diberikan sari bengkuang jambu biji sebesar 39,69 mg/dL dan pada kelompok yang diberikan sari bengkuang sebesar 37,62 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan kedua kelompok terdapat perbedaan yang bermakna antara rata-rata kadar glukosa darah awal dan akhir (p<0,05), kelompok yang diberikan sari bengkuang dan jambu biji lebih besar dibanding yang diberikan sari bengkuang. Perbedaan rerata penurunan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II, setelah pemberian sari bengkuang jambu biji lebih besar dibanding dengan pemberian sari bengkuang saja.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.36870•
Transformasi layanan informasi kesehatan pasca covid-19: aplikasi pengingat dan pencatatan kegiatan imunisasi anak di puskesmas

[...]

A. Wahyuni
30 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Transformasi layanan kesehatan menjadi cara memberikan pelayanan lebih cepat dalam pemberitahuan informasi kesehatan pada anak di masa pandemi Covid-19.
Abstract: Pada masa pandemi Covid-19, fasilitas kesehatan memiliki tantangan tersendiri dalam percepatan pencapaian target imunisasi pada anak. Transformasi layanan kesehatan menjadi salah satu strategi untuk memberikan pelayanan lebih cepat dalam pemberitahuan informasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi masalah pelaksanaan imunisasi di masa pandemi dan menghasilkan aplikasi pengingat jadwal dan monitoring data imunisasi secara berkala pada Puskesmas. Metode penelitian adalah kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Informan penelitian meliputi pimpinan puskesmas, petugas, kader, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi dan kategorisasi data, displai data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwasannya perlunya transformasi layanan kesehatan manual menuju digitalisasi, salah satunya perlu adanya pengingat jadwal dan penyampaian informasi kesehatan secara cepat dan terjangkau dengan mudah.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.34045•
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSD dr.SOEBANDI KABUPATEN JEMBER

[...]

Ragil Ismi Hartanti, Reny Indrayani1, Mukhamad Fajar Asyidik•
University of Jember1
31 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dimasa pandemi Covid-19 di RSD dr.Soebandi Jember adalah motivasi kerja dan dukungan sosial.
Abstract: Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19 karena harus kontak langsung dengan pasien. Meskipun demikian kinerja seorang perawat harus tetap dijaga dengan baik untuk mempertahankan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dimasa pandemi Covid-19 yang terdiri dari karakteristik individu, faktor organisasi, dan faktor psikososial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 173 perawat RSD dr.Soebandi Jember sedangkan sampel yang diambil yaitu 120 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan paling banyak perawat berada pada kelompok usia dewasa awal, sebagian besar berjenis kelamin perempuan, sebagian besar lulusan DIII keperawatan/sederajat, dan sebagian besar memiliki masa kerja > 3 tahun. Sebagian besar perawat bekerja di ruang rawat inap nonisolasi Covid-19. Kondisi psikososial perawat paling banyak memiliki stres kerja rendah, mayoritas memiliki motivasi kerja tinggi dan sebagian besar memiliki dukungan sosial yang tinggi serta mayoritas memiliki kinerja yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa secara keseluruhan tidak terdapat hubungan antara karakteristik individu yaitu usia (p=0,949), jenis kelamin (p=1,000), tingkat pendidikan (p=1,000), dan masa kerja (p=1,000) serta variabel bagian kerja (p=0,551) dengan kinerja perawat. Faktor psikososial stres kerja tidak berhubungan dengan kinerja (p=0,104) sedangkan motivasi kerja (p=0,001) dan dukungan sosial (p=0,002) memiliki hubungan dengan kinerja perawat, mayoritas perawat memiliki kinerja yang baik. Pihak RSD dr.Soebandi diharapkan meningkatkan pelaksanaan program penanggulangan bahaya psikologis yang sudah ada di rumah sakit.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.31248•
Hubungan perilaku emotional eating, asupan energi dan beban kerja dengan gejala stres saat menyusun skripsi pada mahasiswa s1 kesehatan masyarakat stikes widya dharma husada tangerang

[...]

Ayatun Fil Ilmi, Muhammad Cahyadi Yanuar, Andriyani Rahmah Fahriati, Riris Andriati
30 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Hubungan perilaku emotional eating, asupan makan berlebih dan beban kerja dengan gejala stres saat menyusun skripsi pada mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Widya Dharma Husada Tangerang ditemukan.
Abstract: Tekanan stres yang berbahaya, menakutkan, menjengkelkan, dan tidak terkendali yang dihasilkan dari ketidaksesuaian antara keadaan yang diinginkan dan harapan, ketika ada kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu untuk memuaskannya. Stres akademik memengaruhi antara 38% dan 71% siswa di seluruh dunia, dan antara 39% dan 61,3 persen siswa Asia. Antara 36,7% dan 71,6% siswa Indonesia melaporkan merasa kewalahan dengan tugas sekolah. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku emotional eating, asupan makan berlebih dan beban kerja dengan gejala stres saat menyusun skripsi pada mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 97 responden mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian terdapat hubungan antara perilaku emotional eating dengan gejala stres (p=0,001, r=-0,391), asupan makan berlebih dengan gejala stres (p=0,001, r=0,544), beban kerja dengan gejala stres (p=0,001, r=0,465. Dari Hasil Penelitian ini diharapkan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dapat mengelola tingkat stress dan mengontrol emotional eating, agar tidak terjadi masalah yang lebih berat lagi seperti kejadian obesitas atau kekurangan gizi.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i4.43799•
Pengetahuan dan implementasi caregiver dalam pengasuhan anak adhd: studi kualitatif

[...]

Ana Puspita Indah, Muhammad Rofi Arrozaqi, Budhi Nirmalajati, Ismiyati Isidora, Wahyu Triatmojo, Ery Surya Sevriana, Rayi Citra Ayu Pangestuti 
31 Dec 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Pengasuhan anak ADHD memerlukan pengetahuan caregiver yang luas dan lengkap untuk membantu anak-anak dengan kondisi ini.
Abstract: Gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif pada anak, yang disebut Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), menyebabkan anak ADHD menghadapi kesulitan dalam segala aspek kehidupan. Namun, hal ini dianggap sebagai beban bagi anggota keluarga atau orang-orang di sekitarnya. Meskipun demikian, peran keluarga atau caregiver sangat berpengaruh dalam memperbaiki kondisi anak ADHD. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengetahuan caregiver dalam merawat anak ADHD. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dilakukan di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang pada bulan Juni hingga November 2022. Partisipan penelitian dipilih secara purposive sampling dan diperoleh 8 informan yang merupakan caregiver anak ADHD. Pada penelitian ini didapatkan empat tema utama mengenai pengetahuan caregiver dalam mengasuh anak ADHD, meliputi: sumber pengetahuan, definisi dan gejala ADHD, peran caregiver dalam merawat anak ADHD, dan penanganan ADHD. Semua informan tidak memiliki pengetahuan pasti tentang definisi ADHD tetapi mampu mengidentifikasi beberapa gejala dan penyebab ADHD. Informan juga memiliki pengetahuan tentang perannya dan menerapkannya dalam pengasuhan anak ADHD, meskipun mereka seringkali menghadapi beberapa kendala.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.40016•
Faktor determinan kejadian wasting pada balita di timor-leste: (analisis data demographics health survey)

[...]

Nida Asni Furoidah, Trias Mahmudiono1, Mahmudah Mahmudah, Soenarnatalina Soenarnatalina•
Airlangga University1
30 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Determinan kejadian wasting pada anak balita di Timor-Leste berdasarkan data DHS 2016 adalah daerah tempat tinggal, pendidikan terakhir ibu balita dan riwayat imunisasi balita.
Abstract: Wasting merupakan satu-satunya faktor risiko terbesar yang mengakibatkan kematian dini dan kecatatan pada anak usia dibawah 5 tahun. Wasting disebabkan oleh banyak faktor, tujuan penelitian ini untuk menentukan determinan yang mempengaruhi kejadian wasting pada anak di Timor-Leste. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Demographics Health Survey (DHS) tahun 2016 di Negara Timor-Leste. Pengambilan sampel dengan simple random sampling, dengan unit analisis yaitu anak balita. Populasi sebesar 1128 dan sampel yang digunakan sebanyak 492. Variabel dependen yaitu kejadian wasting, sedangkan variabel independen meliputi jenis kelamin, usia anak, tempat tinggal, riwayat imunisasi, riwayat pendidikan ibu, sumber air bersih, status bekerja dan status ekonomi keluarga. Penentuan determinan dengan menggunakan uji regresi logistik binary. Balita yang tinggal di daerah pedesaan 1,9 kali lebih berisiko mengalami wasting dibandingkan balita yang tinggal di perkotaan dengan (OR 1,927; 95% CI: 1,170-3,172). Balita yang memiliki ibu tidak berpendidikan (OR 3,307; CI 95%: 1,418-7,714), balita dengan ibu berpendidikan dasar (OR 1,649; CI 95%: 0,690-3,940), serta balita yang memiliki ibu pendidikan menengah (OR 1,725; CI 95%: 0,777-3,831) berisiko wasting daripada balita dengan ibu berpendidikan tinggi. Balita yang memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap akan berisiko 0,63 kali mengalami wasting dibandingkan dengan balita yang riwayat imunisasinya lengkap (OR 0,633; CI 95%: 0,424-0,947). Kesimpulannya, faktor determinan kejadian wasting pada anak balita di Timor-Leste adalah daerah tempat tinggal, pendidikan terakhir ibu balita dan riwayat imunisasi balita.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.38849•
Hubungan cybersex dengan perilaku seksual pranikah pada siswa di smp negeri x kabupaten banyuwangi

[...]

Elizza Permatadewa, Taufan Asrisyah Ode
25 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Hubungan cybersex dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi menunjukkan ada hubungan yang kuat dan signifikan.
Abstract: Remaja merupakan kelompok pengguna internet terbanyak di Indonesia. Banyak hal yang bisa dilakukan remaja ketika menggunakan internet, termasuk cybersex. Cybersex didefinisikan sebagai penggunaan internet dengan tujuan melakukan berbagai aktivitas untuk memuaskan seksual seperti melihat gambar porno, melakukan obrolan seksual, dan sebagainya. Cybersex merupakan salah satu fenomena yang berkembang dalam masyarakat modern di seluruh dunia. Pada Saat ini, fenomena tersebut telah menjadi masalah yang penting di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, khususnya remaja. Hal ini sangat erat hubungannya dengan perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara cybersex dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi yang merupakan siswa aktif dengan jumlah 868 siswa dan jumlah sampel sebanyak 142 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi Kendalls tau-b. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (53,5%), mayoritas responden berada pada kategori remaja menengah 13–15 tahun (97,9%), sebagian besar responden melakukan cybersex pada kategori risiko rendah (84,5%) , dan perilaku seksual pranikah responden sebagian besar tergolong tidak berisiko (45,1%). Hasil uji korelasi Kendalls tau-b diperoleh nilai p (0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara cybersex dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil Penelitian ini disarankan agar orang tua dan guru memberikan pendidikan tentang seksualitas untuk mencegah siswa SMP melakukan cybersex dan perilaku seksual pranikah.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i4.44217•
Job satisfaction and turnover intention of blud workers at trosobo public primary health care

[...]

Annisa Tria Budiningsih, Ernawaty Ernawaty
31 Dec 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Providing services based on workload and length of service, as well as opportunities for career development to BLUD workers, can be carried out by the Trosobo public primary health care as an effort to reduce the turnover problem.
Abstract: Job satisfaction is defined as a person's attitude or emotional response toward their job duties. Poor job satisfaction leads to turnover. Trosobo public primary health care staffing data showed a high turnover intention of BLUD workers. This study aims to determine the job satisfaction and turnover intention of BLUD worker at the Trosobo public primary health care. This study was quantitative study with a cross-sectional design. The research was conducted in November 2023 at Trosobo public primary care. Eleven BLUD workers were obtained using total sampling calculations. Data analyzed descriptively. The instruments used in this study were MSQ and TIS-6. The lowest average satisfaction score was recognition (43.64) and the highest were authority and achievement (80,00). Job satisfaction of BLUD workers was in the moderate category (score 26-74) and the turnover intention was in the high category (score >15). Trosobo public primary health care BLUD workers had a moderate category of job satisfaction and high turnover intention. Providing services based on workload and length of service, as well as opportunities for career development to BLUD workers, can be carried out by the Trosobo public primary health care as an effort to reduce the turnover problem
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.27493•
Dinamika transformasi penyuluhan kesehatan digital pada masa pandemi covid-19 di kabupaten sleman

[...]

Listia Aisyah, Sri Peni Wastutiningsih1, Endang Sulastri1•
Gadjah Mada University1
25 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Dinamika transformasi penyuluhan kesehatan digital pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Sleman menunjukkan bahwa transformasi ini mengalami dinamika seiring dinamisnya kondisi lingkungan.
Abstract: Kebijakan social/physical distancing secara koersif menggeser beragam aktivitas ke ranah virtual; termasuk dalam implementasi penyebaran informasi kesehatan melalui penyuluhan secara digital yang dianggap krusial selama pandemi. Penyuluhan digital menjadi salah satu manifestasi fungsi pembinaan kesehatan oleh lembaga kesehatan guna membangun masyarakat yang berdaya dalam bidang kesehatan di tengah pandemi. Nyatanya, realisasi penyuluhan kesehatan digital mengalami dinamika seiring dinamisnya kondisi lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji dinamika transformasi penyuluhan kesehatan pada masa pandemi di Kabupaten Sleman. Penelitian ini bersifat kualitatif dan dilakukan dengan pendekatan studi kasus pandemi Covid-19 melalui teknik wawancara mendalam dan studi literatur. Informan penelitian ini terdiri dari pegawai Dinas Kesehatan dan Puskesmas, pengurus TP-PKK, Karang Taruna, kader kesehatan, dan civitas akademika yang berada di Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika transformasi dapat diklasifikasi berdasarkan: (1) sebelum pandemi: transformasi menuju penyuluhan digital secara lambat dan linear (dominan dengan metode konvensional); (2) awal pandemi: transformasi penyuluhan secara digital bergeser secara revolusi dan masif, penyuluhan konvensional tidak diterapkan; (3) AKB: perlahan penyuluhan kembali secara konvensional dengan protokol kesehatan (porsi penyuluhan digital masih mendominasi). Dinamika transformasi dalam penyuluhan kesehatan digital saat awal pandemi merupakan perubahan revolusi temporer dan situasional dimana seiring berkurangnya tingkat kasus Covid-19 maka penerapan penyuluhan digital kembali berjalan melalui tahapan evolusi mengikuti perkembangan alamiah masyarakat. Hal ini juga dikarenakan masih terdapatnya kesenjangan digital; lekatnya struktur nilai dan norma masyarakat terhadap penyuluhan yang bersifat tatap muka; kondisi kesiapan sumber daya, serta sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan penyuluhan kesehatan secara digital.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i2.34854•
Efektivitas pemberian edukasi penanggulangan kebakaran terhadap pengetahuan pedagang di pasar gede cilacap

[...]

N. Fitri, Sumardiyono Sumardiyono1, Mujahidatul Musfiroh1, Lusi Ismayenti, Della Oktaviani •
Sebelas Maret University1
25 Jun 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Efektivitas edukasi mengenai penanggulangan kebakaran terhadap pengetahuan pedagang di Pasar Gede Cilacap.
Abstract: Pasar merupakan tempat transaksi antara penjual dan pembeli. Kabupaten Cilacap memiliki pasar tradisional terbesar yaitu Pasar Gede Cilacap. Pada tahun 2018, salah satu kios di Pasar Gede Cilacap pernah terbakar yang menghanguskan barang dagangan pemilik kios dan hampir menghanguskan kios lainnya. Kondisi antar kios saling berdekatan dengan housekeeping barang dagangan yang belum cukup rapi. Selain itu, banyak pedagang yang kurang menyadari adanya risiko arus pendek akibat terminal listrik bertumpuk serta kabel listrik yang terkelupas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian edukasi mengenai penanggulangan kebakaran berupa bahaya dan langkah pencegahan terhadap pengetahuan pedagang di Pasar Gede Cilacap. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan repeated measurment. Populasi dalam penelitian yaitu pedagang di Pasar Gede Cilacap sejumlah 169 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, didapatkan kelompok eksperimen berjumlah 30 responden diberikan intervensi berupa video edukasi, sedangkan kelompok kontrol berjumlah 30 responden tanpa intervensi. Penelitian dilakukan secara daring melalui aplikasi WhatsApp selama 1 bulan. Pengambilan data menggunakan angket di google form berjumlah 20 butir pilihan ganda mengenai materi kebakaran. Uji statistika menggunakan Oneway ANOVA karena data terditribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai pre-test p=0,132; mid-test p=0,000 dan post-test p=0,000. Rata-rata nilai meningkat dari pre-test=4,9; mid-test=14,37 dan post-test=22,4. Pembelajaran menggunakan video edukasi dapat meningkatkan minat pedagang. Maka dari itu, pengetahuan yang baik dan benar mengarah pada kesadaran dan kesiapan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran terutama pada pedagang di pasar.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.28088•
Kualitas hidup wanita bercerai: literatur review

[...]

Giantri Ayu Saputri, Ni'mal Baroya, Elok Hajar Permatasari
29 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Kualitas hidup wanita yang telah bercerai lebih buruk dibandingkan dengan kualitas hidup wanita yang belum bercerai.
Abstract: Kualitas hidup perempuan masih dinilai lebih rendah jika dibandingkan dengan kualitas hidup laki-laki. Status pernikahan menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang. Pada perempuan maupun laki-laki yang menikah akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik jika dibandingkan dengan perempuan atau laki-laki yang lajang atau bercerai. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Jenis literature review yang digunakan penulis adalah Narrative Literature Review. Pencarian literature dalam literature review ini menggunakan tiga database yaitu Google Scholar, Springer dan Sciencedirect dan hasil akhir didapatkan 15 artikel yang memenuhi syarat kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup wanita yang telah bercerai lebih buruk. Wanita yang telah bercerai banyak mendapatkan rintangan hidup baik dari hal konsumsi pangan, finansial, sosial, keberadaan anak, mobilitas serta beban psikologis. Pandangan negatif masyarakat terhadap wanita yang telah bercerai serta tanggung jawab menjadi orangtua tunggal juga turut menyumbang buruknya kualitas hidup wanita bercerai. Identifikasi yang dilakukan berdasarkan Teori WHOQOL-BREFF didapatkan hasil bahwa kondisi fisik merupakan kondisi yang paling kurang nampak pada wanita yang telah bercerai. Domain psikologis dan juga domain hubungan sosial merupakan domain yang paling buruk penilaiannya pada wanita yang telah bercerai. Hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita bercerai adalah jumlah anak, status pekerjaan, pendidikan, usia dan budaya masyarakat dari wanita bercerai. Kehidupan selepas bercerai bagi wanita banyak mendapatkan kesulitan yang nantinya dapat mempengaruhi kondisi fisik, kondisi psikologis maupun kondisi hubungan sosialnya.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i4.39069•
Analisis faktor lingkungan rumah dan keberadaan jentik aedes aegypti di kelurahan tebing tinggi tahun 2022

[...]

Indra Chahaya, Sri Malem Indirawati1, Umi Salmah1, Dhani Syah Putra Bukit, Dodi Saputra Hutagalung, Anggi Andini Saragih •
University of North Sumatra1
31 Dec 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Analisis faktor linkingan rumah dan keberadaannya Jentuk Aedes Aegypti di Kelurahan Tebing Tinggi tahun 2022 menemukan bahwa jumlah rumah dengan larva Aedes Aegypti di Kelurahan Tebing Tinggi adalah 34 rumah. Faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan larva Aedes Aegypti di Kelurahan Tebing Tinggi adalah jumlah rumah tangga.
Abstract: Kelurahan Tebing Tinggi merupakan salah satu daerah tinggi kasus DBD, sejak Januari hingga September tahun 2022 kasus DBD mencapai 32 kasus. Kondisi lingkungan rumah dapat menjadi faktor pemicu perkembangan Larva nyamuk Aedes Aegypti di wilayah endemis DBD. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis berbagai faktor lingkungan rumah masyarakat dan hubungannya dengan kepadatan larva Aedes Aegypti di Kelurahan Tebing Tinggi. Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Lokasi penelitian di Kelurahan Tebing Tinggi dengan populasi penelitian seluruh rumah tangga. Jumlah sampel yaitu 100 rumah dipilih secara acak dengan rumus slovin. Pengumpulan data, data primer dilakukan dengan wawancara menggunakan kuisioner Kobotoolbox, data sekunder diambil dari data profil Kesehatan Puskesmas Satria. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 95%. Hasil Studi menemukan bahwa 34 rumah ditemukan larva nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji Chi-Square bahwa variabel Jumlah TPA menjadi satu-satunya faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan larva Aedes Aegypti di Kelurahan Tebing Tinggi (p value 0,009). Dapat disimpulkan bahwa penanganan lingkungan rumah yang baik dapat dijadikan sebagai tindakan protektif dalam mencegah perkembangan larva Aedes Aegypti di Kelurahan Tebing Tinggi.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i3.38738•
Pengembangan pengukuran kualitas pelayanan kesehatan dan kepercayaan pada puskesmas

[...]

Driana Desy Purwiningsih, Ika Barokah Suryaningsih1, Viera Wardhani•
University of Jember1
30 Sep 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Pengukuran kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Semboro dengan instrumen yang dikembangkan dalam penelitian ini telah selesai dan hasilnya memuaskan.
Abstract: Hampir semua pengukuran mutu berbasis pada pelayanan kesehatan di rumah sakit, dan masih terbatas instrumen pengukuran service quality dan kepercayaan (trust) pada pelayanan di Puskesmas. Healthcare Service Quality (HCSQ) merupakan salah satu konsep pengukuran kualitas pelayanan kesehatan yang banyak digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen pengukuran kualitas layanan terhadap kepercayaan di Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah pengembangan instrumen dengan jumlah sampel 50 pasien di Puskesmas Semboro. Instrumen yang dikembangkan berupa angket melalui beberapa tahapan, yaitu penerjemahan, menyesuaikan dengan karakteristik Puskesmas, evaluasi dari para ahli, trial pada tiga responden, kemudian uji validitas dan penerapan. Hasil dari penelitian ini adalah instrumen yang dikembangkan oleh peneliti telah melewati 6 tahapan dari evaluasi oleh para ahli hingga uji analisis data. Hasil uji instrumen dalam mengukur kualitas layanan yang terdiri dari sikap, perilaku (attitude behaviour), keahlian (expertise), proses kualitas (proses quality), dan kepercayaan (trust) memiliki model yang baik, validitas konstruk dan reliabilitas memenuhi syarat. Sebanyak 15 item pertanyaan kepercayaan pada jurnal asli digunakan semua oleh peneliti karena cocok untuk diadaptasikan untuk kepercayaan pasien pada Puskesmas. Dimensi attitude and behaviour terdapat 16 item pertanyaan yang digunakan pada rumah sakit, dan peneliti mengadaptasi instrumen tersebut menjadi 11 item sesuai kondisi di puskesmas. Pada dimensi expertise memiliki 7 item instrumen asli dengan hasil pengembangan menjadi 4 item, dimensi process quality terdapat 7 item instrumen menjadi 5 instrumen yang digunakan.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i4.43850•
Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet tambah darah di kota bandung

[...]

Fenti Yulianti, Dhimas Herdhianta, Suryo Ediyono1•
Sebelas Maret University1
31 Dec 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di Kota Bandung rendah dan diubah oleh beberapa faktor, termasukOutcome Evaluation yang paling berpengaruh.
Abstract: Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu intervensi untuk menurunkan prevalensi anemia pada remaja. Namun cakupan pemberian TTD terutama di Kota Bandung masih rendah dibanding dengan wilayah lainnya di Jawa Barat. Salah satu faktor yang memengaruhi cakupan program adalah kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD. Kepatuhan merupakan perilaku individu yang dipengaruhi oleh niat yang dapat diprediksi dengan menggunakan Teori Perilaku Terencana. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor manakah yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan remaja putri berdasarkan teori perilaku terencana. Penelitian menggunakan metode Survey Potong Lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di Kota Bandung. Besar sampel sebanyak 68 remaja putri kelas X yang diambil dengan menggunakan tehnik Multistage sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berdasarkan kaidah teori perilaku terencana untuk mengukur intensi/niat dan The eight-item Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur kepatuhan. Analisis statistik menggunakan uji regresi Linear Berganda. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar remaja putri di Kota Bandung tidak patuh dalam mengkonsumsi TTD yaitu 83,35% sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan remaja berdasarkan komponen teori perilaku terencana adalah Outcome Evaluation (p=0,01). Hasil penelitian dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi program promosi kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan remaja puteri dalam mengkonsumsi TTD dengan menekankan pada aspek materi mengenai manfaat mengonsumsi TTD untuk menurunkan anemia pada remaja putri.
Journal Article•10.19184/ikesma.v19i1.37182•
Pengaruh masa kerja dan pemakaian alat pelindung diri terhadap hipertensi dan gejala diabetes mellitus pada pekerja penambangan timah

[...]

Novia Luthviatin, Reny Indrayani1•
University of Jember1
31 Mar 2023-Ikesma: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
TL;DR: Pengaruh masa kerja dan pemakaian alatindung diri terhadap hipertensi dan gejala diabetes mellitus pada pekerja penambangan timah di Pulau Bangka.
Abstract: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kawasan penambangan timah terbesar di Indonesia yang sebagian besar penduduk bekerja sebagai penambang timah. Aktivitas penambangan menyisakan logam berat yang dapat masuk ke dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan penyakit hipertensi dan DM. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor masa kerja dan pemakaian APD terhadap penyakit hipertensi dan gejala DM pada pekerja penambangan timah di Pulau Bangka. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan di 3 kabupaten/kota dengan 7 (tujuh) titik penambangan, melibatkan 43 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Variabel bebas adalah masa kerja dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD). Variabel terikat adalah hipertensi dan gejala DM. Hubungan antar variabel diuji dengan uji korelasi Spearman, sedangkan pengaruh antar variabel diuji menggunakan regresi logistik. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara variabel masa kerja dengan hipertensi (p value=0,029) dan dengan gejala DM yang dirasakan pekerja tambang (p value=0,026). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pemakaian APD dengan kedua variabel terikat; hipertensi (p value = 1,000) dan gejala DM yang dirasakan (p value = 0,467). Variabel masa kerja berpengaruh secara signifikan terhadap hipertensi (p value = 0,032), sedangkan pemakaian APD tidak berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi. Variabel masa kerja dan jumlah APD, keduanya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap timbulnya gejala DM. Diskusi dan Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh terhadap hipertensi dan gejala Diabetes Mellitus pada para pekerja tambang adalah lama bekerja, sedangkan pemakaian APD tidak. Temuan lain dalam penelitian ini adalah APD yang digunakan oleh semua pekerja tambang belum sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja. Disarankan bagi pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk lebih memperhatikan kelengkapan dan penggunaan APD sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Tools

SciSpace AgentBiomedical AgentSciSpace RecruitSciSpace for EnterpriseAgent GalleryChat with PDFLiterature ReviewAI WriterFind TopicsParaphraserCitation GeneratorExtract DataAI DetectorCitation Booster

Learn

ResourcesLive Workshops

SciSpace

CareersSupportBrowse PapersPricingSciSpace Affiliate ProgramCancellation & Refund PolicyTermsPrivacyData Sources

Directories

PapersTopicsJournalsAuthorsConferencesInstitutionsCitation StylesWriting templates

Extension & Apps

SciSpace Chrome ExtensionSciSpace Mobile App

Contact

support@scispace.com
SciSpace

© 2026 | PubGenius Inc. | Suite # 217 691 S Milpitas Blvd Milpitas CA 95035, USA

soc2
Secured by Delve