About: EduChemia is an academic journal published by Sultan Ageng Tirtayasa University. The journal publishes majorly in the area(s): Chemistry & Biology. It has an ISSN identifier of 2502-4779. Over the lifetime, 83 publications have been published receiving 258 citations.
TL;DR: In this paper, penelitian ini adalah seluruh siswa di salah satu kelas XI IPA ying diambil dengan metode purposive sampling.
Abstract: Keterampilan berpikir kreatif siswa sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia, karena beberapa ilmu kimia bersifat kontekstual. Keterampilan berpikir kreatif siswa di indonesia cenderung masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada konsep koloid dengan menerapkan model PBL. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperiment dengan pretest-posttest one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di salah satu kelas XI IPA yang diambil dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal tes dengan 10 soal essay yang valid dan reliabel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan lembar observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik meliputi n-gain dan one sample t test. Hasil penelitian menunjukan nilai n-gain dengan kategori sedang pada 5 indikator keterampilan berpikir kreatif siswa yaitu, indikator kelancaran (0,45), keluwesan (0,50), keaslian (0,47), penguraian (0,50), perumusan kembali (0,58). Hasil tersebut didukung dengan uji one sample t test diperoleh nilai signifikansi 0,00 < 0,05 yang menunjukkan bahwa H 1 diterima dan H 0 ditolak. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada konsep koloid. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya suatu modul pembelajaran berbasis PBL yang mampu menstimulus keterampilan berpikir kreatif siswa.
TL;DR: Penelitian in this paper bertujuan untuk mengetahui kemampuan interkoneksi ketiga level representasi kimia ying dimiliki siswa dalam mendeskripsikan dan menjelaskan konsep laju reaksi.
Abstract: Pengetahuan tentang teknik pembelajaran yang tepat pada penyampaian konsep kimia tertentu dapat diketahui melalui proses analisis kemampuan multipel representasi kimia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan interkoneksi ketiga level representasi kimia yang dimiliki siswa dalam mendeskripsikan dan menjelaskan konsep laju reaksi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskripstif dengan melibatkan satu kelompok subjek. Instrumen tes terdiri dari 15 soal two tier multiple choice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 21.92% siswa sudah mampu mengkoneksikan ketiga level representasi kimia menunjukkan siswa sudah memiliki pemahaman konsep yang utuh. Sebanyak 25.55% siswa cenderung hanya mampu menginterkoneksikan pada dua level representasi menunjukkan siswa sudah mampu menarik kesimpulan namun kesulitan menemukan alasannya. Sebanyak 14.96% siswa cenderung lebih memahami konsep pada level representasi submikroskopik menunjukkan siswa tidak dapat menarik kesimpulan dari alasan yang diketahui dan sebanyak 37.56% siswa belum memahami maupun mengkoneksikan konsep pada tiga level representasi. Berdasarkan kemampuan interkoneksi ketiga level representasi siswa maka dapat diketahui pola interkoneksi representasi kebanyakan siswa diawali dengan representasi makroskopik lalu representasi simbolik dan terakhir representasi submikroskopik. Disarankan: penyampaian pembelajaran untuk beberapa konsep kimia harus meningkatkan pembahasan pada level representasi submikroskopik tanpa melupakan representasi makroskopik dan simbolik, pembelajaran konsep sebaiknya diawali dengan representasi makroskopik, lalu representasi simbolik dan terakhir representasi submikroskopik.
TL;DR: Saturated and unsaturated fatty acid in VCO are able to inhibit the growth of Candida albicans, resistant to standard antifungal due to repeated use of antIFungal.
Abstract: Candida albicans is fungi that cause 50-90% candidiasis in human. Candida albicans is commensal and opportunistic pathogen which interfere gastrointestinal, oropharynx, and female genitalia. Candida albicans resistant to standard antifungal due to repeated use of antifungal. Virgin coconut oil (VCO) contain fatty acid which effective as antifungal. The previous study showed the result of Kirby Bauer method on antifungal effect of 7.5% fatty acid in VCO were able to inhibit Candida albicans, this concentration is equal to nystatin 195 unit . Gas chromatography mass spectrometry showed the fatty acids are caproic acid (0.187%), cyclopropanepentanoic acid (1,12%), nonanoic acid (0.54%), lauric acid (32.73%), myristic acid (28.55%), palmitic acid (17.16%), oleic acid (14.09%), adna octadecanoic acid (5.68%). Saturated and unsaturated fatty acid in VCO are able to inhibit the growth of Candida albicans. Abstrak: Candida albicans merupakan jamur penyebab 50-90% kandidiasis pada manusia. Candida albicans merupakan pathogen komensal dan dapat menjadi oportunis, pada saluran gastrointestinal, orofaring, dan kelamin wanita. Terjadinya resistensi pada pengobatan kandidiasis diakibatkan karena pemakaian yang berulang. Minyak kelapa murni (VCO) mengandung asam lemak yang dapat berfungsi sebagai antijamur. Hasil uji antijamur metode Kirby Bauer VCO terhadap Candida albicans menunjukkan pada konsentrasi 7.5% dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans , nilai ini sebanding dengan nystatin 195 unit. Hasil kromatografi gas spektrometri massa, asam lemak yang terkandung dalam VCO tersebut yaitu asam kaproat (0,187%), asam oktanoat (1,12%), asam siklopropanapentanoat (0,54%), asam laurat (32,73%), asam miristat (28.55%), asam palmitat (17,16%), asam oleat (14,09%), dan asam stearat (5,68%). Asam lemak jenuh dan tidak jenuh dalam VCO terbukti dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans.
TL;DR: Pemanfaatan abu sekam padi sebagai adsorben belum banyak diteliti meski telah digunakan pada berbagai keperluan as discussed by the authors.
Abstract: Pemanfaatan abu sekam padi sebagai adsorben belum banyak diteliti meski telah digunakan pada berbagai keperluan. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian tentang laju reaksi kapasitas penyerapan adsorben pada abu sekam padi ini. Dengan memperhatikan sifat-sifat kinetika kimia pada sekam padi, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengenali karakter abu sekam padi pada kapasitas penyerapannya. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian pada dua persamaan adsorpsi kinetika yaitu Langmuir dan Freundlich pada perubahan konsentrasi NaOH. Hasil percobaan diketahui bahwa proses penyerapan NaOH mengikuti persamaan Langmuir dan Freundlich dengan r sebesar 0,973. Persamaan yang digunakan untuk menentukan kapasitas adsorpsi mengikuti persamaan Langmuir. Konsentrasi optimum NaOH yang diadsorpsi oleh abu sekam padi aktif adalah sebesar 22,163 mg/L dengan kapasitas adsorpsi sebesar 4.433 mg/g.
TL;DR: In this article, a penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 29, 47, 66, 74, and 87 di Jakarta Selatan pada tanggal 7 Juli sampai 15 Agustus 2015.
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi sains siswa pada materi hukum-hukum dasar kimia di sekolah-sekolah di Jakarta Selatan dengan menggunakan acuan awal nilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2013 provinsi DKI Jakarta yang selanjutnya setiap sekolah dikelompokkan dalam strata atas, strata tengah, dan strata bawah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 29, 47, 66, 74, dan 87 di Jakarta Selatan pada tanggal 7 Juli sampai 15 Agustus 2015. Disain penelitian ini adalah penelitian survei dengan target populasi 96 siswa berdasarkan teknik sampling berstrata. Framework literasi sains yang digunakan terdiri dari literasi nominal, fungsional, konseptual, dan multidimensional. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner, uraian terbuka, dan esai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analsis data ditemukan bahwa nilai rata-rata kemampuan literasi sains siswa dari strata atas menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan literasi nominal, konseptual, dan multidimensional lebih tinggi dari siswa strata bawah dan tengah. Nilai rata-rata kemampuan literasi sains siswa dari strata bawah memiliki kemampuan literasi fungsional yang lebih tinggi dari siswa strata atas dan tengah.